Pudarnya Integritas Akademik Mahasiswa dan Mudahnya Akses Joki Skripsi

Pudarnya Integritas Akademik Mahasiswa dan Mudahnya Akses Joki Skripsi



    Peranan ilmuan sangat besar dalam proses pembelajaran, khususnya di dunia perkuliahan. Sehubungan dengan hal ini, maka berhasil tidaknya seorang mahasiswa dalam menjalankan peranannya sebagai agen of change. Kerapkali kita dihadapkan oleh kemudahan dalam pembelajaran, namun dalam hal ini banyak sekali kecurangan yang mengakibatkan hilangnya integritas akademik.

Keterlibatan pada jasa pembuatan skripsi ini, bukan hanya dilingkup mahasiswa namun dosen juga memiliki peranan didalamnya. Joki tugas sering kita jumpai keberadaannya, mirisnya kini jasa pembuatan skripsi juga. Banyaknya tawaran melalui media online bahkan berupa brosur terkait perjokian skripsi.

Melihat dari fenomena yang terjadi, terdapat sejumlah mahasiswa melakukan perjokian skripsi dengan dosen diluar universitasnya. Kini tidak hanya prilaku kecurangan yang terjadi dimahasiswa saja, namun dosen ikut memfasilitasinya. Berkedok dari kata jasa konsultasi ataupun bimbingan jasa penulisan skripsi.

Kemudahan yang didapatkan oleh mahasiswa tingkat akhir ini harus dibayar dengan tarif harga yang tidak murah. Biasanya semakin tinggi tingkatan atau jurusannya maka biaya tugas akhir pengumpulannya akan semakin mahal. Melihat dari fenomena yang terjadi disekitar, seorang mahasiswa yang ingin melakukan perjokian skripsi ini harus menyicil (DP) uang diawal lalu transaksi akan diselesaikan ketika akhir bimbingan atau penyelesaian pembuatan skripsi tersebut.

Kecurangan yang banyak sekali dilakukan oleh generasi millenial sebutan gen-z ini bisa jadi akan berdampak pada generasi alpha (individu yang lahir diatas tahun 2012 sampai 2025). Adanya perjokian ini membuat pemuda yang bermental instan yang hanya ingin meraih gelar akademik tanpa melewati proses akan melunturkan nilai integritas akademik.

Budi Agus Riswandi, Kepala Pusat Studi Hak Kekayaan Intelektual Universitas Islam Indonesia (HKI UII), sebagaimana dikutip Brilio.net, bahwa tindakan mengkomersialkan skripsi sangat bertentangan dengan semangat pendidikan. Karena tujuan diadakannya tugas akhir adalah mengaktualisasikan pengetahuan mahasiswa yang diperoleh selama kuliah, jika proses tugas akhir dilakukan oleh orang lain maka sebenarnya terjadi pembodohan generasi masa depan.

Kini mereka yang sadar bahwa tindakan dari perjokian tugas maupun skripsi ini harus memiliki semangat untuk tidak masuk ke zona tersebut agar nilai integritas akademik semakin membaik.

Komentar